Pengertian Kewirausahaan: Konsep, Tujuan, Sifat dan Jenis Wirausaha

Pengertian Kewirausahaan: Konsep, Tujuan, Sifat dan Jenis Wirausaha | CobainSaja.Com – Kewirausahaan adalah suatu aktivitas mengelola sumber daya untuk mencapai suatu tujuan atau maksud. Kewirausahaan melibatkan proses kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses, memecahkan persoalan, dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha. Orang yang melakukan aktivitas wirausaha disebut wirausahawan atau entrepreneur.

Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Berbagai ahli telah memberikan definisi kewirausahaan dari sudut pandang yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa pengertian kewirausahaan menurut para ahli:

  1. Menurut Richard Cantillon (1775), kewirausahaan adalah suatu usaha yang melibatkan ketidakpastian dan risiko dalam mengantisipasi permintaan dan penawaran pasar.
  2. Menurut Thomas W. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin serta proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.
  3. Menurut Schumpeter (1934), kewirausahaan dipandang sebagai kombinasi baru, termasuk melakukan hal-hal baru yang sudah dilakukan dengan cara baru. Kombinasi baru meliputi: pengenalan barang baru, metode produksi baru, pembukaan pasar baru, sumber pasokan baru.
  4. Menurut Acmad Sanusi (1994), kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
  5. Menurut Kirzner (1973), kewirausahaan adalah kemampuan untuk melihat peluang baru. Pengakuan dan pemanfaatan peluang ini akan cenderung untuk memperbaiki pasar dan membawanya kembali ke keseimbangan.
  6. Menurut Rumelt (1987), kewirausahaan adalah penciptaan bisnis baru yang berarti mereka tidak persis menduplikasi bisnis yang sudah ada, tetapi memiliki beberapa unsur kebaruan.
  7. Menurut Sharma dan Chrisman (1999), kewirausahaan mencakup tindakan penciptaan, pembaruan, atau inovasi organisasi yang terjadi di dalam atau di luar organisasi yang ada.
  8. Menurut Suryana (2003), kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses, memecahkan persoalan, dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha.

Konsep Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki beberapa konsep yang menjadi landasan bagi wirausahawan dalam menjalankan usahanya. Berikut adalah beberapa konsep kewirausahaan yang umum digunakan:

  • Kelincahan / Agility: Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan pasar secara cepat dan tepat.
  • Daya Tahan (Endurance): Kemampuan untuk bertahan dan mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam usaha.
  • Kecepatan: Kemampuan untuk menangkap dan memanfaatkan peluang sebelum orang lain melakukannya.
  • Kelenturan: Kemampuan untuk mengubah atau menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
  • Kekuatan: Kemampuan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas dan bermanfaat bagi pelanggan.

Manfaat Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki banyak manfaat, baik bagi diri sendiri, masyarakat, maupun negara. Berikut adalah beberapa manfaat kewirausahaan:

  • Membuka Lapangan Kerja Baru: Kewirausahaan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi diri sendiri dan orang lain. Hal ini dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
  • Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi: Kewirausahaan dapat meningkatkan produksi, pendapatan, dan pajak. Hal ini dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi suatu negara.
  • Bisa Memiliki Usaha Sesuai Bidang yang Disuka: Kewirausahaan memberikan kebebasan bagi seseorang untuk memilih dan menjalankan usaha sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan dan motivasi kerja.
  • Mengetahui Hal-Hal yang Sedang Trend: Kewirausahaan membutuhkan pengetahuan dan informasi yang luas tentang pasar dan pelanggan. Hal ini dapat membuat seseorang lebih update dan mengikuti perkembangan zaman.
  • Menumbuhkan Semangat Berinovasi: Kewirausahaan mendorong seseorang untuk terus menciptakan dan mengembangkan produk atau jasa yang baru dan berbeda. Hal ini dapat meningkatkan daya saing dan kreativitas.

Karakteristik Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari kegiatan ekonomi lainnya. Berikut adalah beberapa karakteristik kewirausahaan:

  • Disiplin: Kewirausahaan membutuhkan kedisiplinan yang tinggi dalam menjalankan usaha. Hal ini meliputi kedisiplinan dalam waktu, anggaran, kualitas, dan lain-lain.
  • Jujur: Kewirausahaan membutuhkan kejujuran dalam berbisnis. Hal ini meliputi kejujuran dalam bertransaksi, membayar pajak, menghormati hak cipta, dan lain-lain.
  • Mandiri: Kewirausahaan membutuhkan kemandirian dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas usaha. Hal ini meliputi kemandirian dalam mengatur sumber daya, mengatasi masalah, dan mengambil risiko.
  • Inovatif: Kewirausahaan membutuhkan inovasi dalam menciptakan dan mengembangkan produk atau jasa. Hal ini meliputi inovasi dalam desain, teknologi, pemasaran, dan lain-lain.
  • Memiliki Komitmen yang Tinggi: Kewirausahaan membutuhkan komitmen yang tinggi dalam menjalankan usaha. Hal ini meliputi komitmen dalam mencapai tujuan, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan mengembangkan usaha.

Tujuan Kewirausahaan

Kewirausahaan memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh wirausahawan. Berikut adalah beberapa tujuan kewirausahaan:

  • Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil
  • Kesejahteraan Masyarakat Terangkat
  • Menumbuhkan Semangat Berinovasi

Sifat Kewirausahaan

Kewirausahaan membutuhkan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh wirausahawan. Berikut adalah beberapa sifat kewirausahaan yang penting:

  1. Keinginan untuk berprestasi: Kewirausahaan membutuhkan motivasi yang tinggi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Wirausahawan harus memiliki dorongan untuk melakukan yang terbaik dan menghasilkan karya yang berkualitas.
  2. Keinginan untuk bertanggung jawab: Kewirausahaan membutuhkan sikap yang mandiri dan bertanggung jawab atas segala keputusan dan tindakan yang diambil. Wirausahawan harus mampu menghadapi risiko dan konsekuensi yang mungkin timbul dari usahanya.
  3. Prarasa terhadap risiko-risiko menengah: Kewirausahaan membutuhkan kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan terukur. Wirausahawan harus mampu mengidentifikasi peluang dan ancaman yang ada di pasar dan menentukan strategi yang tepat untuk menghadapinya.
  4. Pemahaman terhadap sebuah keberhasilan: Kewirausahaan membutuhkan pemahaman yang realistis tentang apa yang dapat dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Wirausahawan harus mampu menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik, serta mengukur kemajuan dan hasil yang dicapai.
  5. Rangsangan oleh umpan balik: Kewirausahaan membutuhkan keterbukaan untuk menerima umpan balik dari pelanggan, mitra, dan pihak lain yang terkait dengan usaha. Wirausahawan harus mampu memanfaatkan umpan balik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan usaha.
  6. Aktivitas energik: Kewirausahaan membutuhkan energi yang tinggi untuk menjalankan usaha. Wirausahawan harus mampu bekerja keras, cepat, dan efisien dalam mengelola sumber daya dan menyelesaikan tugas-tugas yang ada.
  7. Orientasi ke masa depan: Kewirausahaan membutuhkan visi yang jauh ke depan tentang usaha yang dijalankan. Wirausahawan harus mampu melihat peluang dan tantangan yang akan datang dan merencanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi dan mengatasi hal-hal tersebut.
  8. Keterampilan dalam pengorganisasian: Kewirausahaan membutuhkan keterampilan yang baik dalam mengorganisir sumber daya, proses, dan orang-orang yang terlibat dalam usaha. Wirausahawan harus mampu mengatur dan mengkoordinasikan berbagai aspek yang berkaitan dengan usaha, seperti keuangan, pemasaran, produksi, dan lain-lain.
  9. Sikap terhadap uang: Kewirausahaan membutuhkan sikap yang sehat terhadap uang sebagai salah satu alat untuk mencapai tujuan. Wirausahawan harus mampu mengelola uang dengan bijak dan efektif, serta mengalokasikan uang untuk keperluan yang penting dan mendesak.

Jenis Wirausaha

Kewirausahaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bidang usaha, skala usaha, dan orientasi usaha. Berikut adalah beberapa jenis wirausaha yang umum ditemukan:

  • Usaha Ritel: Jenis usaha ini bergerak di bidang penjualan barang-barang konsumsi kepada pelanggan akhir. Contoh usaha ritel adalah toko kelontong, warung makan, salon, dan lain-lain.
  • Startup Bisnis: Jenis usaha ini bergerak di bidang pengembangan produk atau jasa yang baru dan inovatif, biasanya berbasis teknologi. Contoh startup bisnis adalah Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan lain-lain.
  • Industri Kreatif: Jenis usaha ini bergerak di bidang penciptaan, produksi, dan distribusi produk atau jasa yang memiliki nilai tambah berdasarkan kreativitas dan keterampilan. Contoh industri kreatif adalah musik, film, fashion, permainan, dan lain-lain.

Kewirausahaan adalah suatu aktivitas mengelola sumber daya untuk mencapai suatu tujuan atau maksud. Kewirausahaan melibatkan proses kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang sukses, memecahkan persoalan, dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan atau usaha.

Kewirausahaan memiliki banyak manfaat, baik bagi diri sendiri, masyarakat, maupun negara. Kewirausahaan juga membutuhkan beberapa sifat dan keterampilan yang harus dimiliki oleh wirausahawan. Kewirausahaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan bidang usaha, skala usaha, dan orientasi usaha.

Check Also

Pengertian Cerpen: Ciri, Unsur, Jenis, dan Contoh

Pengertian Cerpen: Ciri, Unsur, Jenis, dan Contoh

Pengertian Cerpen: Ciri, Unsur, Jenis, dan Contoh | CobainSaja.Com – Cerpen adalah singkatan dari cerita …